Sunday, June 10, 2012

Shine...You Are!

Ada yang salah dengan pemaknaannya terhadap “amanah”. Ada yang perlu dia poles pada level fundamental tarbiyah dzatiyahnya. Ada niat yang harus dia luruskan ketika meng-iya-kan “qarar” amanah dari sang qiyadah.

How could you flatly receive “that burden” without understanding the whole consequences? Izinkan saya untuk mentranslasikan kata “amanah” sebagai “burden”, -beban. Alasannya? Saya ingin menegasikan makna “tanggung jawab” yang tersirat pada kata “amanah”. Tujuannya? Membidik penerimaan “dia” terhadap kata “amanah”. Ya, mana mungkin dia menganggap amanah da’wahnya sebagai tanggung jawab moral dan akhirat jika dia berat hati melangkah? Bahkan jika dia masih berkutat di dimensi sesepele “bingung mau ngerjain tugas kuliah atau amanah dulu”. Kalau begitu, perlu seseorang untuk “menamparnya” dengan teguran berselubung ukhuwah. Demi kemaslahatan.


Tak sadarkah kau bahwa Allah ‘Azza wa Jalla telah memilihmu? Tak tahukah kau bahwa Allah tak mungkin salah pilih dan asal tunjuk? Kau memang belum pernah mencicipi amanah bergenre “frontliner”. Kau memang sebelumnya hanya akrab dengan peran da’wah “underground’. Tapi, SO WHAT?! You’ve destined to handle that amanah!

Ingatkah kau dengan kisah nabi Musa? Beliau mengadu habis-habisan kepada-NYA ketika “beban” kerasulan diamanahkan padanya. Alasannya? Lisannya kelu, tak pandai bertutur, sehingga dia (pikir) tak mungkinlah sempurna menunaikan amanahnya. Di penghujung, Allah mudahkan jalan beliau. Nah, mengadulah kepada Dzat yang telah menggariskan takdirmu dalam menerima amanah itu, seperti yang dicontohkan oleh nabi Musa. Mintalah dengan segala kerendahan hatimu agar Dia menolongmu; membajakan tekadmu dan membetonkan hatimu. Insya Allah, you’ll find a way. Shine...you are!


  “Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu.” (H.R. Al-Bukhari)

P.S : Ini adalah postingan berbahasa Indonesia pertama di blog saya #proyek latihan mengetik dalam bahasa ibu : diaktivasi!

2 comments:

silir2angin said...

ya ampun...jangan bawa2 baja sama beton dong ditulisan-mu ini...berasa makin berat aku membacanya.. :))

bung2 said...

Bwahaha..justru dirimu inspirasi "baja dan beton"-ku, Pan =)). Dan tentu saja, "berat badanmu" (*yang menginspirasiku mengetikkan hal berat2 itu) =))