Dua minggu silam
“Mbak,
saya undang untuk ngisi talkshow di
Fakultas Pertanian UNS mau ya? Mbak Bunga masih di Indonesia, kan?”, begitu
kubaca pesan seseorang di inbox “Buku Muka”-ku. Kaget, -reaksi standarku saat
membaca pesan tak biasa tersebut. Merasa tertantang untuk menjinakkan “demam
panggung” dan sifat “malu-malu”-ku, tak sadar aku mengetikkan balasan “Okay,
De’!” kepada sang pengirim.
Sang
pengirim pesan itu tak lain dan tak bukan adalah Iqbal, adik Syarifah
(*Syarifah adalah nama asli “Ivo”, adik iparku). Iqbal adalah mahasiswa Ilmu
dan Teknologi Pangan di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Kami memang baru sekali
bersua, dua tahun yang lalu saat pernikahan adikku dan kakaknya. Namun karena
berlatar belakang keilmuan yang sama, kami segera akrab. Walaupun sempat
bertanya-tanya mengenai alasannya mengundangku, pada akhirnya aku tak ambil
pusing. Aku hanya curiga Iqbal mendapatkan banyak informasi tentangku dan
aktivitas-aktivitasku di Taiwan dari kakaknya. Intinya, Iqbal mengundangku untuk
berbagi pengalaman berorganisasi dan kuliah di negeri naga kecil kepada
teman-teman muslim Fakultas Pertanian UNS. Thereafter,
my Solo Escape’s episode, began.
-----
